Disparitas Putusan Hakim dalam Penerapan Rehabilitasi bagi Penyalahguna Narkotika

Authors

  • Inggrid Yosephine Beauty Mayangsari Universitas Mulawarman
  • Orin Gusta Andini Universitas Mulawarman
  • Sofwan Rhisko Ramadhoni Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v5i1.662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan hakim dalam memberikan rehabilitasi kepada penyalahguna narkotika serta menganalisis penerapan asesmen dalam mengidentifikasi status dan kebutuhan rehabilitasi peminjam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis dilakukan secara komprehensif terhadap Putusan 1045/Pid.Sus/2019/PN Smr, Putusan Nomor 177/Pid.Sus/2024/PN Bpp, dan Putusan Nomor 280/Pid.Sus/2025/PN Bpp untuk mengidentifikasi pola pertimbangan hakim, konsistensi penerapan kebijakan rehabilitasi, dan peran mekanisme asesmen terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam memberikan rehabilitasi dipengaruhi oleh lima faktor utama yang saling berkaitan: faktor yuridis normatif berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, faktor medis dan psikologis melalui evaluasi Tim Asesmen Terpadu (TAT), faktor sosial dan latar belakang termasuk pendidikan dan lingkungan keluarga, faktoritas dan pola perilaku yang membedakan penyalahguna dan pengedar, serta faktor prosedural dan pembuktian terkait berkas perkara. Implementasi asesmen terpadu oleh TAT yang terdiri dari tim medis (dokter dan psikolog) dan tim hukum (Polri, BNN, Kejaksaan, Kemenkumham) masih menghadapi kendala prosedur yang signifikan, keterbatasan waktu pelaksanaan, dan variasi standar operasional prosedur antar wilayah. Penelitian ini juga menemukan inkonsistensi yang meremehkan antara pertimbangan hakim yang mengakui kejahatan sebagai penyalahguna dengan hukuman yang tetap menjatuhkan hukuman penjara tanpa rekomendasi rehabilitasi. Model asesmen yang ada memerlukan rekonstruksi komprehensif melalui instrumen pengembangan yang lebih terstandar dan tervalidasi, integrasi teknologi informasi untuk pertukaran data secara real time , sistem pemantauan berkelanjutan untuk memastikan rekomendasi rehabilitasi ditindaklanjuti dengan baik, dan penguatan koordinasi antar lembaga untuk mengoptimalkan hasil rehabilitasi dan menurunkan angka kekambuhan penyalahguna narkotika.

References

Abdul, A. R., Zainuddin, C., & Mahfuz, A. L. (2025). Mechanism and Effectiveness of the Integrated Assessment Team of the National Narcotics Agency of South Sumatra Province in Assisting the Investigation of Narcotics Crimes. Ta’zir: Jurnal Hukum Pidana, 9(1). https://doi.org/10.19109/tazir.v9i1.27769

Andini, O. G., Alfarisi, S., Tiarahman, A., Arifurrahman, A., & Audrey, N. (2023). Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Gerakan P4GN. Jurnal Abdimas, 27(2), 239–246.

Dharmaputra, N. S., Latif, A., & Shodiq, M. (2025). Reconstruction of Narcotics Rehabilitation Law in Indonesia: A Framework For Harmonization With Global Human Rights And Health Standards. Advances In Social Humanities Research, 3(10), 781–789. https://doi.org/10.46799/adv.v3i10.478

Febriana, M., Mamangkey, J. Y. S., & Albar, M. H. Y. (2025). Legal Efforts for Rehabilitation of Narcotics Crimes Against Narcotics Addicts in Indonesia. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(6), 4282–4293. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i6.2113

France, E. F., Hoyle, L., Campbell, P., Bissozo Hernandez, H., Cowie, J., Fenton, C., Carver, H., Connell, C., Dumbrell, J., Hill, R., Blacklaw, F., NESSIE, N. E. S. S. I., & Davis, B. (2025). Understanding the health and well-being impacts and implementation barriers and facilitators of legally-mandated non-custodial drug and alcohol treatment for justice-involved adults: A qualitative evidence synthesis. Health & Justice, 13(1), 58. https://doi.org/10.1186/s40352-025-00361-5

Handayani, F., & Angrayni, L. (2024). Tantangan dan Gagasan Desain Asesmen Terpadu untuk Penanganan Penyalahguna Narkotika di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 24(1), 73–88. https://doi.org/10.30641/dejure.2024.V24.073-088

Harisa, Y., Ismansyah, I., & Mulyati, N. (2025). Penerapan Rehabilitasi Terhadap Korban Penyalahguna Narkotika Ditinjau dari Teori Kemanfaatan: Studi Putusan di Pengadilan Negeri Padang. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(5), 3991–4007. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i5.1737

Macdonald, C., Macpherson, G., Leppan, O., Tran, L. T., Cunningham, E. B., Hajarizadeh, B., Grebely, J., Farrell, M., Altice, F. L., & Degenhardt, L. (2024). Interventions to reduce harms related to drug use among people who experience incarceration: Systematic review and meta-analysis. The Lancet Public Health, 9(9), e684–e699. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(24)00160-9

Pratama, M. B. Y., Sihotang, E., & Suandika, I. N. (2024). The Authority of The Integrated Assessment Team For Legal Certainty Regarding Rehabilitation For Suspected Drug Abusers. Return: Study of Management Economic and Business, 3(9). https://doi.org/10.57096/return.v3i9.279

Purnama, N. D., & Raspati, L. (2025). Implementasi Asesmen Terpadu Pada Tahap Penyidikan Terhadap Tersangka Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika. Jurnal Hukum Inkracht, 5(3). https://doi.org/10.37721/inkracht.5.3.126

Russell, C., George, T. P., Chopra, N., Le Foll, B., Matheson, F. I., Rehm, J., & Lange, S. (2024). Feasibility and effectiveness of extended-release buprenorphine (XR-BUP) among correctional populations: A systematic review. The American Journal of Drug and Alcohol Abuse, 50(5), 567–586. https://doi.org/10.1080/00952990.2024.2360984

Tobing, C. N. M., & Hutapea, T. P. D. (2023). Problems Faced by Judges in Determining Rehabilitation for Narcotics Abusers. Law Review, 23(2), 172–189. https://doi.org/10.19166/lr.v23i2.6479

Tomlin, J., Meise, E., Wegner, J., & Völlm, B. (2024). Mandatory substance use treatment for justice-involved persons in Germany: A systematic review of reoffending, treatment and the recurrence of substance use outcomes. Frontiers in Psychiatry, 14, 1217561. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2023.1217561

Triyono, A., & Fadhilah, N. (2026). Analisis Yuridis terhadap Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Rehabilitasi bagi Penyalahguna Narkotika Serta Kendala Penerapannya dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(10). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i10.3353

Woods, A., Foley, C., Conigrave, K. M., Asare-Doku, W., Shakeshaft, A., Settumba-Stolk, S., Farrell, M., & Doyle, M. (2025). Extended-release pharmacotherapies for substance use disorders in incarcerated populations: A systematic review. Addiction, 120(5), 835–859. https://doi.org/10.1111/add.16766

Wulandari, Y. (2022). The Impact of Legal and Extra-Legal Factors on Severity of Judges Sentencing Regarding Narcotics Offenders. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(2), 219–256. https://doi.org/10.25216/jhp.11.2.2022.219-256

Downloads

Published

2026-04-10

Issue

Section

Articles